Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong menegaskan pentingnya mengedepankan kebersamaan dan kekeluargaan dalam menyikapi konflik yang berkaitan dengan pelestarian cagar budaya, khususnya rumah adat tongkonan. Penegasan tersebut mengemuka saat ia menghadiri Perayaan Pentahbisan Diakon dan Imam Keuskupan Agung Makassar yang digelar di Lapangan Bakti Rantepao, Kamis (6/2/2026).
“Kita mengimbau agar kebersamaan dan kekeluargaan lebih dikedepankan daripada berpikir menang kalah dalam penyelesaian konflik,” jelas Bupati.
Menurut Bupati, pelestarian cagar budaya tidak dapat dilepaskan dari kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga warisan leluhur sebagai identitas bersama. Ia menilai, pendekatan dialog dan semangat persaudaraan menjadi kunci agar setiap persoalan dapat diselesaikan tanpa merusak nilai budaya maupun hubungan sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak umat dan masyarakat memaknai perayaan pentahbisan sebagai panggilan untuk memperkuat iman sekaligus tanggung jawab sosial dalam merawat ciptaan Tuhan, termasuk lingkungan hidup dan budaya lokal. Nilai cinta kasih, menurutnya, perlu diterjemahkan secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Bupati menilai nilai-nilai tersebut sejalan dengan gagasan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang menempatkan ketertiban, kebersihan, dan keindahan ruang hidup sebagai bagian dari etika hidup bersama, bukan semata sebagai program.
Pada aspek lingkungan, Bupati mendorong penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang dapat dimulai dari rumah dan lingkungan kerja. Ia mengapresiasi berbagai inisiatif penanaman pohon yang telah dilakukan secara institusional maupun pribadi, serta mendorong keterlibatan gereja, masjid, keluarga, dan komunitas dalam menjaga alam sebagai anugerah Tuhan.
Peran Krusial Keluarga Dan Komunita Dalam pembentukan Karakter Anak
Dalam bidang sosial, Bupati menekankan peran orang tua dan komunitas dalam mendampingi generasi muda agar terhindar dari narkoba, judi daring, serta penggunaan gawai dan media sosial yang tidak bijak. Pemerintah daerah, kata dia, terus berkomitmen memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan infrastruktur guna melahirkan generasi yang berkarakter dan berintegritas.
Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan ucapan selamat kepada para diakon dan imam yang baru ditahbiskan. Ia berharap para pelayan gereja tersebut senantiasa dikaruniai hikmat dan kesehatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada umat.
Sementara itu, Wakil Bupati Toraja Utara Andrew Branch Silambi, selaku Ketua Panitia, menyampaikan bahwa perayaan pentahbisan ini terselenggara berkat kerja sama umat, pemerintah, pihak swasta, serta para donatur. Kegiatan tersebut dilandasi visi Keuskupan Agung Makassar untuk menjadi Gereja yang melayani dan mewartakan kasih Kristus di tengah kehidupan bermasyarakat.
Perayaan pentahbisan dipimpin oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Makassar Fransiskus Nipa, didampingi Uskup Emeritus Johannes Liku Ada’ dan Petrus Boddeng Timang, serta dihadiri jajaran pemerintah daerah Toraja Utara dan Tana Toraja, anggota DPR RI dan DPRD, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh adat, serta umat Katolik dari berbagai wilayah.
Diskominfo-SP - 2026















